MEMBUMIKAN BUDAYA AKADEMIK DENGAN DISKUSI PERIODIK
Rabu, 2022-02-09 – 08:30 WIB
JEMBER, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) membentuk TIM Gugus Mutu Fakultas (GMF) dan Unit Kendali Mutu (UKM). GMF berfungsi untuk melakukan kegatan pengendalian mutu di tempat kerjanya dengan menggunakan alat kendali mutu dan proses pemecahan masalah. Selanjutnya UKM berfungsi meningkatkan mutu akademik secara bertahap dan berkelanjutan melalui pengembangan sistem penjaminan mutu dan melaksanakan monitoring dan evaluasi kinerja fakultas, sehingga tercapai mutu akademik yang sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Keduanya, bersinergi bekerja sesuai kinerja sistem pendidikan yang mencakup masukan, proses, hasil, keluaran serta manfaat pendidikan yang harus dipenuhi oleh unit unit kerja.
Dekan FEBI, Dr. Khamdan Rifa’i, S.E., M.Si. melalui Wakil Dekan 1 Dr. Nurul Widyawati, IR. S.Sos., M.Si. penggagas dan mengawal terbentuknya GMF dan UKM.
“Diskusi Periodik perdana menjadi budaya akademik, yang dilakukan oleh Dosen dan Mahasiswa, duduk bareng dalam suasana santai, tidak borring, kondusif, attractif, dialogtif, membahas bersama, menemukan ide kreatif dalam pengembangan keilmuwan, trans interdisipliner sehingga tercapai budaya mutu yang unggul”.
Nur Ika Mauliyah, S.E., M.Ak. Kepala GMF dan UKM cukup antusias mengawal terlaksananya kegiatan perdana yaitu Diskusi Periodik yang harapannya forum ini bisa terlaksana secara rutin kedepannya menjadi habbits civitas Universtas KH.Achmad Siddiq khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
“Forum ini terbuka bagi Dosen dan Mahasiswa. diharapkan melalui forum ini bisa menjadi wadah kelembagaan untuk melahirkan ide ide kreativitas baru dan pengembangan keilmuwan serta membudayakan “.
Speakers 1: Siti Khodijah, M.Pd. “Grice’s Theory: Cooperative Principles” Dosen Bahasa Inggris. “dalam ilmu bahasa, khususnya teori nya Grice menjelaskan bahwa ketika kita berkomunikasi dengan seseorang seyogyanya kita mematuhi maksim-maksim yang ada. seperti maksim quantity, maksim quality, maksim relevance dan maksim manner. karena kalau dalam pembicaraan kita banyak melanggar maksim, percakapan kita tidak akan berjalan dengan baik. apa yang kita omongkan dengan mitra tutur kita tidak akan nyambung. endingnya seseorang yang suka tidak nyambung kalau diajak bicara, maka akan mendapatkan hukuman secara moral. orang akan males mengajak ngobrol orang tersebut”.
Speakers 2: Isnadi S.S. M.Pd. “Penerjemahan Alice Adventures In Wonderland” Dosen Bahasa inggris. “Novel Alice’s Adventures in Wonderland merupakan novel lintas batas kategori pembaca dan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Novel tersebut memiliki beragam tehnik stilistik dan kebahasaan yang menyediakan tantangan dan kompleksitas penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia baik secara tekstual maupun kontekstual. Tantangan tersebut berupa penggunaan puisi dengan pola bunyi dan rima yang ketat, pemanfaatan permainan kata dalam dialog yang menuntut analisis konteks dan bentuk kata, serta penggunaan tanda non kebahasaan. Penerjemahan puisi dilakukan dengan mempertahankan kesepadanan semantis dan stilistik hingga diperlukan upaya transformasi sintaksis untuk menjaga bentuk puisi dan pola bunyi. Penerjemahan permainan kata dilakukan dengan mempertimbangkan pola bunyi dan rujukan semantik. Sementara penerjemahan kata dan frase simbolik dilakukan dengan mempertimbangkan makna simbolik berdasarkan acuan konteks penggunaannya baik di dalam teks maupun di luar teks”.




