Meneguhkan Loyalitas, Menyemai Profesionalisme: Refleksi Sambutan Rektor UIN KHAS Jember
Jember, 13 Februari 2026. Dalam suasana penuh khidmat dan semangat perubahan, sambutan Prof. Hepni, Rektor UIN KHAS Jember, menjadi penanda penting arah penguatan budaya kerja aparatur sipil negara di lingkungan kampus. Acara Pembinaan oleh Kabiro Keuangan dan BMN ini mengusung tema besar “Penguatan Budaya Kerja dan Profesionalisme Pegawai”—sebuah tema yang bukan sekadar slogan, melainkan panggilan moral sekaligus profesional.
Dalam sambutannya, Prof. Hepni menegaskan kembali satu nilai fundamental: loyalitas sebagai ASN. Loyalitas tidak dimaknai sempit sebagai kepatuhan administratif semata, melainkan kesetiaan total terhadap amanah negara, institusi, dan nilai-nilai pengabdian. ASN, menurut beliau, adalah wajah negara di hadapan publik—maka integritas, etos kerja, dan tanggung jawab harus tercermin dalam setiap pelayanan.
Lebih jauh, Rektor mengingatkan bahwa setiap pegawai memikul dua tanggung jawab sekaligus. Pertama, tanggung jawab profesional sebagai aparatur negara yang dituntut bekerja efektif, akuntabel, dan berkinerja tinggi. Kedua, tanggung jawab spiritual sebagai hamba Allah yang setiap langkahnya bernilai ibadah. Inilah ciri khas ASN di lingkungan perguruan tinggi keagamaan: bekerja tidak hanya dengan logika, tetapi juga dengan nurani.
Pada titik inilah Prof. Hepni memperkenalkan dimensi batiniah yang kerap luput dari diskursus birokrasi modern: riadhoh dan ketahanan diri. Riadhoh dimaknai sebagai latihan spiritual yang menumbuhkan keikhlasan, kesabaran, dan kejernihan hati. Sementara ketahanan adalah kemampuan bertahan di tengah tekanan, perubahan, dan tuntutan kerja yang terus meningkat. Tanpa keduanya, profesionalisme mudah rapuh.
Beliau juga menekankan pentingnya mujahadah—kesungguhan berjuang melawan rasa malas, rutinitas mekanis, dan zona nyaman. Dalam konteks ini, Prof. Hepni mengingatkan kembali akronim yang pernah digaungkan: SAKTI—Spirituality, Adaptif, Kreativitas, Transformasi, dan Inspiratif. Sebuah formula karakter ASN ideal: berakar pada spiritualitas, lincah menghadapi perubahan, kreatif dalam solusi, berani bertransformasi, serta mampu menginspirasi lingkungan.
Harapan besar Rektor sederhana namun mendalam: kegiatan pembinaan ini tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi benar-benar berdampak nyata. Berdampak pada cara berpikir, cara bekerja, dan cara melayani. Berdampak pada tumbuhnya budaya kerja yang sehat, kolaboratif, dan berorientasi mutu. Dan yang terpenting, berdampak pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi.
Sambutan tersebut seolah menjadi cermin sekaligus kompas. Cermin untuk bercermin diri—sejauh mana kita telah bekerja dengan hati. Kompas untuk menapaki masa depan—menuju ASN yang tidak hanya profesional, tetapi juga tangguh secara spiritual dan matang secara moral.
Di tangan para pegawai yang loyal, ber-mujahadah, dan berjiwa SAKTI inilah, UIN KHAS Jember diharapkan terus melangkah mantap: menjadi kampus unggul yang memadukan iman, ilmu, dan pengabdian.




