UIN KHAS Jember dan UiTM Cawangan Melaka Jajaki MoU Kerja Sama Akademik
MELAKA, MALAYSIA – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember resmi melakukan penjajakan kerja sama strategis dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Melaka, Malaysia. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) guna memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di level regional.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 28 Januari 2026 ini difasilitasi oleh ASEAN Academic Association (ASEANACA). Agenda tersebut dikemas dalam rangkaian "Kunjungan Hormat ASEANACA ke UiTM Cawangan Melaka", yang dibarengi dengan Seminar ASEAN Issue serta Bengkel Akademik bertempat di Dewan Syura Al-Mi.
Fokus Kerja Sama Strategis
Delegasi UIN KHAS Jember dipimpin oleh Dr. Nurhidayat, SE., MM, bersama Suprianik, SE., MSi, Muhammad Daud Rosyidi, SE., ME, dan Mutmainah, SE., ME. Kunjungan ini memfokuskan pada empat pilar utama kolaborasi internasional:
- Penelitian Kolaboratif: Penggabungan kepakaran antar-dosen lintas negara.
- Publikasi Ilmiah: Peningkatan kualitas jurnal dan output riset internasional.
- Visiting Lecturer: Program pertukaran dosen untuk memperkaya perspektif akademik mahasiswa.
- Pengembangan Kurikulum: Penyelarasan standar pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Paradigma Baru: Kolaborasi, Bukan Kompetisi
Dalam pidato sambutannya, Dr. Nurhidayat menekankan pentingnya perubahan pola pikir bagi institusi pendidikan tinggi dalam menghadapi tantangan global.
“Saat ini perguruan tinggi tidak perlu lagi terjebak dalam kompetisi yang sempit. Kita harus saling berkolaborasi. Sinergi lintas negara, khususnya di kawasan ASEAN, adalah kunci utama untuk menjawab tantangan global pendidikan tinggi yang semakin kompleks,” tegas Dr. Nurhidayat.
Peran Strategis ASEANACA
Pihak UiTM Cawangan Melaka memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Mereka menilai peran ASEANACA sangat krusial sebagai bridging institution yang mempertemukan berbagai perguruan tinggi di Asia Tenggara untuk membangun jaringan keilmuan yang inklusif.
Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada seremonial penandatanganan berkas saja, melainkan segera diimplementasikan dalam program nyata yang berkelanjutan (sustainable) bagi kemajuan akademik kedua belah pihak.




.png)