Layanan BNPL dan Investasi Hijau: Tantangan Baru Maqashid Syariah di Era Gen Z
JEMBER – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) kembali menggelar diskusi strategis bertajuk Insight Febi 2 pada Jumat (6/3/2026), yang menyoroti model Islamic Sustainable Digital Finance. Diskusi ini membedah fenomena Buy Now Pay Later (BNPL) dan tren investasi hijau di kalangan Generasi Z dalam kerangka Pembangunan Berkelanjutan.
Narasumber pertama, Ahmad Sirajuddin, M.MT, mengungkapkan bahwa pengguna BNPL melonjak hingga 17,26%, di mana mayoritas penggunanya adalah kaum muda. Ia menekankan pentingnya rekonstruksi model BNPL berbasis Maqashid Syariah untuk mendorong financial mindfulness bagi Gen Z.
"Model BNPL syariah bukan sekadar alat utang, melainkan instrumen penjaga martabat (Hifdz Irdhi) dan harta (Hifdz Mal). Dengan adanya transparansi margin, batasan limit sesuai kemampuan, serta regulasi usia, kita mendorong Gen Z untuk lebih bijak membedakan kebutuhan dan keinginan, sehingga terhindar dari jebakan konsumerisme berlebih," jelas Ahmad Jundi Okoi
Di sisi lain, Ainun Zamilah, M.E., menyoroti pergeseran tren investasi pascapandemi menuju Green Investment (Investasi Hijau). Menurutnya, institusi keuangan syariah memiliki peluang besar untuk mengembangkan produk investasi yang konsisten dengan prinsip Maqashid Syariah sekaligus menarik minat 16 juta investor pasar modal saat ini.
"Investasi hijau syariah harus mampu mengintegrasikan evaluasi ESG (Environmental, Social, and Governance) dengan prinsip Hifdz Nafs atau menjaga jiwa dan lingkungan. Institusi keuangan perlu menyediakan platform digital yang edukatif agar Gen Z tidak hanya ikut-ikutan influencer, tetapi mampu berpikir rasional, tetap tenang saat pasar fluktuatif, dan konsisten pada strategi jangka panjang demi keberlanjutan bumi," tambah Ainun.
Melalui integrasi Maqashid Syariah dalam sistem digital, diharapkan transaksi BNPL dan investasi hijau tidak hanya menjadi solusi finansial sesaat, tetapi juga menjadi pilar dalam menciptakan ekosistem ekonomi Islam yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan bagi generasi masa depan.



