FEBI UIN KHAS Jember Perkuat Budaya Mutu: Siap Tancap Gas Menuju Internasionalisasi dan Peringkat Dunia
Jember, 11 Februari 2026 — Aula Lantai 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember siang itu terasa berbeda. Rabu (11/2), para pimpinan fakultas, kaprodi, dosen, dan tenaga kependidikan berkumpul dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Semester Ganjil TA 2025/2026 dan Persiapan Semester Genap TA 2025/2026. Bukan sekadar rapat rutin, forum ini menjadi momentum konsolidasi besar untuk meneguhkan budaya mutu dan mempercepat langkah menuju daya saing global.
Dipimpin langsung oleh Dekan FEBI (Prof. Dr. Drs. H. Ubaidillah, M.Ag), rapat dibuka dengan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan perkuliahan semester gasal. Secara umum, proses pembelajaran dinilai berjalan baik. Namun, sejumlah catatan strategis mengemuka: implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang belum optimal, ketidakkonsistenan unggah RPS dan kontrak kuliah di SISTER, serta standar penilaian yang belum sepenuhnya mengacu pada pedoman akademik.
“Kedisiplinan akademik dan konsistensi administrasi adalah fondasi budaya mutu,” tegas Dekan dalam arahannya. Ia juga menyoroti pentingnya akuntabilitas pembelajaran, termasuk ketertiban jurnal harian, presensi, dan koordinasi perubahan ruang kelas dalam sistem.
Semester Genap: 80% Luring, 16 Pertemuan, dan Wajib OBE
Semester genap TA 2025/2026 akan dimulai pada 23 Februari 2026 dengan komposisi 80 persen perkuliahan luring dan 20 persen daring. Setiap mata kuliah wajib memenuhi 16 kali pertemuan, termasuk UTS dan UAS. Seluruh dosen diwajibkan mengunggah RPS berbasis OBE sesuai format yang ditetapkan sebelum divalidasi dan diunggah ke SISTER.
Langkah ini bukan sekadar administratif. Ia merupakan bagian dari strategi besar FEBI untuk mendukung prioritas universitas: peningkatan World University Ranking, internasionalisasi, digitalisasi sistem, serta penguatan publikasi di jurnal bereputasi.
Tak hanya pembelajaran, penguatan luaran dosen—buku, HAKI, dan publikasi ilmiah—juga menjadi perhatian utama. FEBI ingin memastikan bahwa ruang kelas terhubung dengan produktivitas akademik yang berdampak luas.
DPA Jadi Garda Depan Penyelamatan Mahasiswa Semester Kritis
Wakil Dekan I Prof. Dr. Hj. Nurul Widyawati I.R, dalam paparannya menegaskan peran sentral Dosen Pembimbing Akademik (DPA), terutama dalam mendampingi mahasiswa semester kritis. Pendampingan intensif, komunikasi aktif, dan pembinaan yang sabar menjadi kunci percepatan penyelesaian studi.
Mahasiswa juga ditegaskan tidak diperkenankan mengambil 24 SKS, melainkan maksimal 20 SKS sesuai regulasi. Pengawasan ini menjadi bagian dari tanggung jawab akademik DPA.
Selain itu, dalam rangka pemenuhan standar ISO, Audit Mutu Internal (AMI), dan Gugus Mutu Fakultas (GMF), hasil monitoring dan evaluasi diminta disampaikan secara terbuka sebagai wujud transparansi dan penguatan budaya mutu.
GMF: Mayoritas Dosen Kategori Sangat Baik
Ketua GMF, Adil Siswanto, memaparkan hasil monitoring dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan dalam tiga tahap: pra-pembelajaran, tengah semester, dan akhir semester.
Pada Program Studi Akuntansi Syariah, misalnya:
-
RPS dan kontrak kuliah telah diunggah sebelum perkuliahan dimulai.
-
Materi perkuliahan tersedia sesuai mata kuliah yang diampu.
-
Nilai akhir dan presensi telah memenuhi 16 kali pertemuan.
Secara umum, mayoritas dosen berada pada kategori sangat baik, dan sebagian kecil pada kategori baik. Meski demikian, penguatan implementasi OBE dan pendekatan student-centered learning tetap menjadi agenda perbaikan berkelanjutan.
GMF bahkan mengusulkan pemberian apresiasi kepada dosen dengan hasil evaluasi sangat baik sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi kolektif.
Ketertiban Mahasiswa dan Tata Kelola Administrasi Diperketat
Wakil Dekan III, Dr. H. Fauzan, M.Si, menekankan pentingnya pembinaan kemahasiswaan yang proporsional dan berkeadaban. Dosen diminta bijak dalam memberikan dispensasi, tetap berpegang pada regulasi dan kedisiplinan akademik.
Setiap kegiatan mahasiswa, termasuk penggunaan fasilitas kampus, wajib dilengkapi surat resmi demi tertib administrasi. Penguatan etika mahasiswa juga ditegaskan melalui sosialisasi tata cara berpakaian dan berkomunikasi yang telah dipasang dalam bentuk X-banner di lingkungan fakultas.
Di sisi lain, muncul usulan penyusunan SOP penggunaan Smart TV di kelas, lengkap dengan sistem pengamanan password, guna menjaga fasilitas pembelajaran tetap terawat dan akuntabel.
Akselerasi Guru Besar dan Ledakan Publikasi Ilmiah
Pada sesi akhir, Wakil Dekan II, Dr. Hj. Mahmudah, S.Ag., M.E.I., menyampaikan kabar menggembirakan: dalam periode kepemimpinan Dekan saat ini, capaian Guru Besar meningkat signifikan. Tahun ini, FEBI menargetkan tambahan dua Guru Besar baru. Prof. Dr. Abdul Rokhim, S.Ag., M.E.I. telah resmi mencapai jabatan Guru Besar, menjadi energi baru bagi penguatan reputasi akademik fakultas.
Tak berhenti di sana, fakultas juga menyediakan:
-
Bantuan 24 judul buku dan HAKI,
-
Fasilitasi publikasi 17 artikel pada jurnal SINTA 3,
-
Fasilitasi 17 artikel pada jurnal SINTA 4.
Total 34 artikel akan difasilitasi sebagai langkah konkret mendongkrak produktivitas ilmiah dosen dan indikator kinerja fakultas.
Dosen juga didorong untuk mengidentifikasi mahasiswa berpotensi unggul agar diarahkan pada capaian akademik kompetitif, memanfaatkan dukungan pendanaan yang tersedia.
Menuju FEBI yang Unggul dan Mendunia
Rapat koordinasi ini menegaskan satu hal: FEBI UIN KHAS Jember tidak berjalan di tempat. Dengan disiplin akademik, penguatan OBE, akselerasi Guru Besar, ledakan publikasi, serta tata kelola berbasis mutu, fakultas ini tengah membangun fondasi kokoh untuk menembus panggung nasional dan internasional.
Dari ruang aula lantai tiga itu, semangat kolektif terbangun: menjadikan FEBI bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi pusat keunggulan akademik yang kuat, amanah, dan berdaya saing global.




