Akselerasi Kinerja FEBI: Sinergi Evaluasi RKAKL 2025 Menuju Prioritas 2026
Rapat Evaluasi dan Koordinasi RKAKL Tahun 2025 dan 2026 dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2025 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Rapat ini dipimpin oleh Dekan serta dihadiri oleh jajaran wakil dekan, ketua jurusan, koordinator program studi dan pengelola terkait.
Dalam arahannya, Dekan menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kegiatan tahun 2025, terutama pada aspek kekurangan program agar dapat segera dipenuhi. Untuk penyusunan RKAKL 2026, Dekan meminta agar kegiatan pengembangan bakat dan minat mahasiswa FEBI lebih digalakkan, antara lain melalui program lomba skripsi terbaik dan kompetisi akademik lain yang relevan. Selain itu, penguatan kompetensi mahasiswa sebagai instrumen pendukung akreditasi FEBI perlu dikolaborasikan dengan berbagai lembaga eksternal. Dekan juga mendorong percepatan peningkatan akreditasi jurnal FEBI, khususnya JIEP, disertai program pendampingan pengelolaan jurnal. Terkait sertifikasi internasional, direncanakan keterwakilan dari unsur tendik, program studi, DTPS, jurusan, dan laboratorium. Masing-masing program studi diminta mulai merancang kegiatan strategis untuk tahun 2026.
Wakil Dekan II melaporkan bahwa serapan anggaran FEBI tahun 2025 tergolong rendah akibat kebijakan efisiensi serta besarnya alokasi vakasi. Rektor menetapkan empat prioritas utama tahun 2026, yaitu peningkatan jurnal menuju Scopus atau minimal Sinta 2 pada jurnal terdaftar di FTIK, FUAH, dan Pascasarjana; terwujudnya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP); pembukaan prodi baru berbasis STEM; serta penguatan peringkatan institusi. Hasil monev menemukan bahwa pemeliharaan operasional harus dirinci secara lebih spesifik, termasuk pengalokasian cenderamata tamu pada pos tersebut. Wadek II juga menegaskan perlunya penyusunan timeline keuangan, SOP pembayaran semester antara berbasis BLU, kewajiban adanya TOR pada setiap pembayaran, serta penyusunan SOP dan TOR untuk kegiatan semester antara.
Sementara itu, Wakil Dekan III menyampaikan bahwa kegiatan kemahasiswaan tetap menjadi prioritas dalam RKAKL. Program Porseni mahasiswa perlu mendapatkan pembinaan intensif dengan penunjukan penanggung jawab pada setiap cabang lomba. Kegiatan peningkatan kapasitas FEBI fullday akan terus berjalan. Untuk pengelolaan web FEBI tahun 2026, direncanakan pemberian apresiasi yang pada tahun sebelumnya belum tersedia, serta percepatan penerbitan SK pengelola web.
Dalam sesi laporan Ketua Jurusan, disampaikan bahwa program PPL internasional belum terlaksana pada tahun 2025 sehingga diharapkan dapat terealisasi pada 2026. Agenda sertifikasi mahasiswa akan dilakukan secara berkelanjutan, laboratorium merencanakan kegiatan studi banding, serta penguatan fasilitas olahraga mahasiswa.
Rapat ditutup dengan kesepakatan bahwa seluruh hasil evaluasi dan koordinasi ini harus dapat diwujudkan pada tahun 2026 sehingga tata kelola RKAKL FEBI menjadi lebih baik dan semakin berkualitas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.



