Jember, 5 Mei 2026 — Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. M. Khusna Amal, menyampaikan sejumlah arahan strategis dalam kegiatan bertajuk “Penguatan Kurikulum OBE untuk Pengembangan Kapasitas Mutu FEBI Menuju Visi Terkoneksi Global 2035”. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan kualitas akademik berbasis Outcome-Based Education (OBE) di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).
Dalam pidatonya, Warek I memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa penguatan kurikulum berbasis OBE merupakan langkah progresif yang relevan dengan tuntutan pendidikan tinggi saat ini, khususnya dalam menciptakan lulusan yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing global.
Namun demikian, Prof. Kusna Amal menegaskan bahwa implementasi kurikulum OBE di lingkungan UIN KHAS Jember belum dapat dianggap final. Hal ini disebabkan masih perlunya proses sinkronisasi dengan program strategis Kementerian Agama, khususnya kebijakan “Berdampak dan Cinta” yang saat ini tengah digalakkan sebagai arah baru pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Selain itu, ia juga menyoroti bahwa aspek asesmen dalam kurikulum OBE masih memerlukan pendalaman dan penyempurnaan. Menurutnya, sistem penilaian berbasis capaian pembelajaran harus dirancang secara lebih komprehensif agar benar-benar mampu mengukur kompetensi mahasiswa secara utuh, tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik.
Dalam konteks yang lebih luas, Warek I juga mengungkapkan adanya dinamika kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Kemenristek Dikti). Ia menyebut bahwa saat ini tengah muncul wacana untuk melakukan rasionalisasi program studi, khususnya terhadap prodi-prodi yang dinilai tidak memiliki keterkaitan (link and match) dengan kebutuhan dunia industri.
“Ini menjadi tantangan serius bagi kita semua. Perguruan tinggi tidak bisa lagi berjalan sendiri tanpa mempertimbangkan kebutuhan dunia kerja,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya reformulasi kurikulum secara menyeluruh, dengan menjadikan dunia kerja sebagai salah satu rujukan utama dalam penyusunan capaian pembelajaran. Sinkronisasi antara dunia akademik dan industri dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan relevansi lulusan di tengah persaingan global.
Lebih lanjut, Prof. Kusna Amal juga mengingatkan perlunya evaluasi terhadap program studi yang minim peminat. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada efisiensi kelembagaan, tetapi juga mencerminkan perlunya pembaruan visi dan pendekatan kurikulum agar lebih sesuai dengan kebutuhan zaman.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kurikulum FEBI yang lebih adaptif, integratif, dan berorientasi masa depan, sejalan dengan visi UIN KHAS Jember sebagai perguruan tinggi yang terkoneksi secara global pada tahun 2035.