BATUSANGKAR – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
(FEBI) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember terus
memperkuat reputasi publikasi ilmiahnya melalui pendampingan khusus Journal
of Islamic Economics Perspectives (JIEP) bersama JURIS (Jurnal Ilmiah
Syariah) UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Sumatera Barat. JURIS merupakan salah
satu jurnal bereputasi yang telah meraih akreditasi nasional SINTA 1 dan
terindeks Scopus dengan peringkat kuartil pertama (Q1).
Kerja pendampingan tersebut telah berlangsung sejak tahap awal secara
daring, mencakup pembenahan tata kelola editorial, peningkatan kualitas
artikel, serta pemenuhan standar akreditasi jurnal ilmiah nasional. Proses ini
turut mengantarkan JIEP pada pengajuan reakreditasi melalui sistem ARJUNA.
Pendampingan kemudian diperkuat melalui kunjungan langsung bertajuk Benchmarking
Pengelolaan Jurnal Bereputasi di UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Pertemuan
ini sekaligus menjadi bagian dari tindak lanjut penguatan jurnal pasca-tahapan submission
Scopus di lingkungan pengelola jurnal UIN KHAS Jember, dengan sasaran
mempersiapkan JIEP menuju pengajuan Scopus pada 2027.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi UIN KHAS Jember diwakili Dr.
Nurhidayat, S.E., M.M., bersama Dr. H. Muhammad Fauzinudin Faiz, S.H.I., M.H.I.
Keduanya diterima langsung oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Mahmud Yunus
Batusangkar, Prof. Dr. Nofialdi, M.Ag., beserta Ketua Tim Rumah Jurnal, Arifki
Budia Warman, M.H., dan jajaran pengelola jurnal.
Nurhidayat menjelaskan bahwa orientasi internasional sebenarnya bukan hal
baru bagi JIEP. Sejak pertama kali diterbitkan pada 2019, jurnal yang dikelola
FEBI UIN KHAS Jember tersebut telah membuka ruang bagi penulis mancanegara dan
menggunakan bahasa Inggris serta Arab sebagai bahasa publikasi. Menurutnya,
modal awal tersebut perlu diperkuat melalui standar editorial yang lebih
selektif dan konsistensi penerbitan artikel berkualitas.
"Sejak berdiri pada 2019, JIEP sudah kami arahkan sebagai jurnal yang
terbuka bagi komunitas akademik internasional. Kami melibatkan penulis dari
luar negeri dan sejak awal menggunakan bahasa Inggris serta Arab. Artinya,
semangat internasionalisasi sudah menjadi bagian dari perjalanan JIEP.
Tantangan kami sekarang adalah meningkatkan kualitas substansi artikel,
memperkuat proses peer review, dan memastikan seluruh tata kelola jurnal
memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh lembaga pengindeks bereputasi,"
ungkap Nurhidayat.
Dekan FEBI UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Ubaidillah, M.Ag., menyambut
positif langkah penguatan tersebut. Menurutnya, reputasi sebuah fakultas maupun
universitas tidak cukup dibangun melalui akreditasi program studi. Kehadiran
jurnal ilmiah yang memperoleh akreditasi nasional unggul dan pengakuan
internasional merupakan bagian penting dari reputasi akademik perguruan tinggi.
"Membangun reputasi lembaga yang baik tidak cukup hanya mengandalkan
akreditasi program studi. Kita juga harus memiliki jurnal ilmiah dengan
akreditasi nasional yang unggul dan indeksasi internasional. Kalau kita melihat
sejumlah UIN yang mampu menembus pemeringkatan internasional, di dalamnya juga
terdapat jurnal-jurnal yang telah terindeks Scopus. Karena itu, kita harus
mengupayakan akreditasi terbaik bagi JIEP, setidaknya SINTA 2, sambil terus
mempersiapkan langkah menuju Scopus," tegas Prof. Ubaidillah.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas rekognisi yang diperoleh salah seorang
dosen FEBI sebagai asesor akreditasi jurnal ilmiah nasional. Menurutnya,
kepercayaan tersebut merupakan modal akademik yang dapat dimanfaatkan untuk
membantu peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan universitas.
"Saya juga merasa senang karena ada dosen FEBI yang dipercaya menjadi
asesor SINTA, bahkan sejauh yang saya ketahui merupakan satu-satunya dari UIN
KHAS Jember. Ini rekognisi yang patut kita syukuri. Saya berharap keahlian dan
pengalaman tersebut dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kemajuan UIN KHAS
Jember, terutama FEBI yang kita cintai," tambahnya.
Senada dengan itu, Dr. H. Fauzan, S.Pd., M.Si., selaku Wakil Dekan III
sekaligus penanggung jawab pengelolaan jurnal di tingkat fakultas, menekankan
bahwa peningkatan reputasi jurnal membutuhkan kerja kelembagaan yang
berkelanjutan. Menurutnya, hasil benchmarking harus diterjemahkan menjadi
pembenahan konkret, terutama dalam penguatan sumber daya editor, jejaring mitra
bestari internasional, dan disiplin pengelolaan penerbitan.
"Kami ingin JIEP tumbuh menjadi jurnal yang benar-benar
diperhitungkan oleh komunitas akademik. Karena itu, kegiatan benchmarking ini
harus menghasilkan perubahan yang dapat diukur, mulai dari kualitas naskah,
ketepatan proses editorial, hingga perluasan jejaring internasional. Fakultas
berkepentingan memastikan bahwa pengelola jurnal memiliki dukungan kelembagaan
yang memadai. Target SINTA 2 dan Scopus 2027 harus dikerjakan melalui tahapan
yang jelas, bukan sekadar menjadi agenda administratif, itu kenapa kita kirim
pengelola jurnal fakultas ke JURIS Batusangkar" ujar Fauzan.
Sementara itu, Dr. H. Muhammad Fauzinudin Faiz, S.H.I., M.H.I., selaku Editor-in-Chief
JIEP sekaligus asesor akreditasi jurnal ilmiah nasional, menilai bahwa salah
satu tantangan penting menuju Scopus adalah menemukan identitas keilmuan yang
jelas dan dapat dipertahankan secara konsisten. Karena itu, JIEP tengah
diarahkan untuk memperkuat fokus editorial pada "Environmental
Sustainability and Islamic Moral Economy across Transnational Muslim
Trajectories."
Menurut Faiz, fokus tersebut menawarkan pertemuan antara persoalan
keberlanjutan lingkungan, ekonomi moral Islam, dan praktik ekonomi masyarakat
Muslim dalam hubungan lintas negara. Pendekatan ini dinilai memberi peluang
bagi JIEP untuk mengembangkan kontribusi akademik yang lebih khas dibandingkan
jurnal ekonomi Islam yang masih menggunakan cakupan sangat luas.
"JIEP sedang kami dorong agar memiliki fokus keilmuan yang lebih
spesifik, yakni Environmental Sustainability and Islamic Moral Economy
across Transnational Muslim Trajectories. Berdasarkan pengamatan awal kami,
irisan ketiga bidang tersebut belum banyak dikembangkan sebagai identitas
editorial utama oleh jurnal-jurnal ekonomi Islam yang telah terindeks Scopus.
Jika kita mampu menghadirkan artikel yang konsisten, memiliki kebaruan, dan
dibaca oleh komunitas akademik internasional, saya optimistis pada 2027 JIEP
dapat mencapai kesiapan penuh untuk diajukan ke Scopus," jelas Faiz.
Ia menambahkan bahwa kesiapan menuju Scopus tidak dapat diukur hanya dari
kelengkapan administrasi atau keberadaan penulis asing dalam satu edisi.
Konsistensi fokus dan cakupan, integritas proses peer review, kualitas
kontribusi ilmiah, serta keterlibatan penulis dan editor dari berbagai negara
harus tercermin dalam praktik penerbitan jurnal dari waktu ke waktu.
Dalam sesi benchmarking, Ketua Tim Rumah Jurnal UIN Mahmud Yunus
Batusangkar, Arifki Budia Warman, M.H., membagikan pengalaman pengelolaan JURIS
dalam mempertahankan reputasi akademiknya. Pembahasan mencakup seleksi artikel
berdasarkan kebaruan ilmiah, penguatan blind peer review, diversifikasi
geografis penulis dan reviewer, pengelolaan Open Journal Systems (OJS),
serta penerapan prinsip etika publikasi yang merujuk pada Committee on
Publication Ethics (COPE).
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi FEBI UIN KHAS Jember
untuk memperkuat JIEP secara lebih terarah. Setelah menyelesaikan tahapan
pengajuan reakreditasi nasional, perhatian pengelola kini diarahkan pada
pembenahan mutu penerbitan, penguatan identitas akademik, dan kesiapan
pengajuan indeksasi internasional pada 2027. Melalui pendampingan berkelanjutan
bersama jurnal bereputasi seperti JURIS, FEBI menargetkan JIEP mampu berkembang
menjadi salah satu rujukan akademik dalam kajian ekonomi Islam yang memiliki
kontribusi nyata pada perdebatan ilmiah global.