Akademik

Berguru pada JURIS Scopus Q1, FEBI UIN KHAS Jember Perkuat Jurnal JIEP Menuju SINTA 2 dan Scopus 2027

31 Oct 2026
Oleh: Admin FEBI
57 Tayangan
Berguru pada JURIS Scopus Q1, FEBI UIN KHAS Jember Perkuat Jurnal JIEP Menuju SINTA 2 dan Scopus 2027


BATUSANGKAR – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember terus memperkuat reputasi publikasi ilmiahnya melalui pendampingan khusus Journal of Islamic Economics Perspectives (JIEP) bersama JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Sumatera Barat. JURIS merupakan salah satu jurnal bereputasi yang telah meraih akreditasi nasional SINTA 1 dan terindeks Scopus dengan peringkat kuartil pertama (Q1).

Kerja pendampingan tersebut telah berlangsung sejak tahap awal secara daring, mencakup pembenahan tata kelola editorial, peningkatan kualitas artikel, serta pemenuhan standar akreditasi jurnal ilmiah nasional. Proses ini turut mengantarkan JIEP pada pengajuan reakreditasi melalui sistem ARJUNA. Pendampingan kemudian diperkuat melalui kunjungan langsung bertajuk Benchmarking Pengelolaan Jurnal Bereputasi di UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Pertemuan ini sekaligus menjadi bagian dari tindak lanjut penguatan jurnal pasca-tahapan submission Scopus di lingkungan pengelola jurnal UIN KHAS Jember, dengan sasaran mempersiapkan JIEP menuju pengajuan Scopus pada 2027.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi UIN KHAS Jember diwakili Dr. Nurhidayat, S.E., M.M., bersama Dr. H. Muhammad Fauzinudin Faiz, S.H.I., M.H.I. Keduanya diterima langsung oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Nofialdi, M.Ag., beserta Ketua Tim Rumah Jurnal, Arifki Budia Warman, M.H., dan jajaran pengelola jurnal.

Nurhidayat menjelaskan bahwa orientasi internasional sebenarnya bukan hal baru bagi JIEP. Sejak pertama kali diterbitkan pada 2019, jurnal yang dikelola FEBI UIN KHAS Jember tersebut telah membuka ruang bagi penulis mancanegara dan menggunakan bahasa Inggris serta Arab sebagai bahasa publikasi. Menurutnya, modal awal tersebut perlu diperkuat melalui standar editorial yang lebih selektif dan konsistensi penerbitan artikel berkualitas.

"Sejak berdiri pada 2019, JIEP sudah kami arahkan sebagai jurnal yang terbuka bagi komunitas akademik internasional. Kami melibatkan penulis dari luar negeri dan sejak awal menggunakan bahasa Inggris serta Arab. Artinya, semangat internasionalisasi sudah menjadi bagian dari perjalanan JIEP. Tantangan kami sekarang adalah meningkatkan kualitas substansi artikel, memperkuat proses peer review, dan memastikan seluruh tata kelola jurnal memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh lembaga pengindeks bereputasi," ungkap Nurhidayat.

 

Dekan FEBI UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Ubaidillah, M.Ag., menyambut positif langkah penguatan tersebut. Menurutnya, reputasi sebuah fakultas maupun universitas tidak cukup dibangun melalui akreditasi program studi. Kehadiran jurnal ilmiah yang memperoleh akreditasi nasional unggul dan pengakuan internasional merupakan bagian penting dari reputasi akademik perguruan tinggi.

"Membangun reputasi lembaga yang baik tidak cukup hanya mengandalkan akreditasi program studi. Kita juga harus memiliki jurnal ilmiah dengan akreditasi nasional yang unggul dan indeksasi internasional. Kalau kita melihat sejumlah UIN yang mampu menembus pemeringkatan internasional, di dalamnya juga terdapat jurnal-jurnal yang telah terindeks Scopus. Karena itu, kita harus mengupayakan akreditasi terbaik bagi JIEP, setidaknya SINTA 2, sambil terus mempersiapkan langkah menuju Scopus," tegas Prof. Ubaidillah.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas rekognisi yang diperoleh salah seorang dosen FEBI sebagai asesor akreditasi jurnal ilmiah nasional. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan modal akademik yang dapat dimanfaatkan untuk membantu peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan universitas.

"Saya juga merasa senang karena ada dosen FEBI yang dipercaya menjadi asesor SINTA, bahkan sejauh yang saya ketahui merupakan satu-satunya dari UIN KHAS Jember. Ini rekognisi yang patut kita syukuri. Saya berharap keahlian dan pengalaman tersebut dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kemajuan UIN KHAS Jember, terutama FEBI yang kita cintai," tambahnya.

Senada dengan itu, Dr. H. Fauzan, S.Pd., M.Si., selaku Wakil Dekan III sekaligus penanggung jawab pengelolaan jurnal di tingkat fakultas, menekankan bahwa peningkatan reputasi jurnal membutuhkan kerja kelembagaan yang berkelanjutan. Menurutnya, hasil benchmarking harus diterjemahkan menjadi pembenahan konkret, terutama dalam penguatan sumber daya editor, jejaring mitra bestari internasional, dan disiplin pengelolaan penerbitan.

"Kami ingin JIEP tumbuh menjadi jurnal yang benar-benar diperhitungkan oleh komunitas akademik. Karena itu, kegiatan benchmarking ini harus menghasilkan perubahan yang dapat diukur, mulai dari kualitas naskah, ketepatan proses editorial, hingga perluasan jejaring internasional. Fakultas berkepentingan memastikan bahwa pengelola jurnal memiliki dukungan kelembagaan yang memadai. Target SINTA 2 dan Scopus 2027 harus dikerjakan melalui tahapan yang jelas, bukan sekadar menjadi agenda administratif, itu kenapa kita kirim pengelola jurnal fakultas ke JURIS Batusangkar" ujar Fauzan.

Sementara itu, Dr. H. Muhammad Fauzinudin Faiz, S.H.I., M.H.I., selaku Editor-in-Chief JIEP sekaligus asesor akreditasi jurnal ilmiah nasional, menilai bahwa salah satu tantangan penting menuju Scopus adalah menemukan identitas keilmuan yang jelas dan dapat dipertahankan secara konsisten. Karena itu, JIEP tengah diarahkan untuk memperkuat fokus editorial pada "Environmental Sustainability and Islamic Moral Economy across Transnational Muslim Trajectories."

Menurut Faiz, fokus tersebut menawarkan pertemuan antara persoalan keberlanjutan lingkungan, ekonomi moral Islam, dan praktik ekonomi masyarakat Muslim dalam hubungan lintas negara. Pendekatan ini dinilai memberi peluang bagi JIEP untuk mengembangkan kontribusi akademik yang lebih khas dibandingkan jurnal ekonomi Islam yang masih menggunakan cakupan sangat luas.

"JIEP sedang kami dorong agar memiliki fokus keilmuan yang lebih spesifik, yakni Environmental Sustainability and Islamic Moral Economy across Transnational Muslim Trajectories. Berdasarkan pengamatan awal kami, irisan ketiga bidang tersebut belum banyak dikembangkan sebagai identitas editorial utama oleh jurnal-jurnal ekonomi Islam yang telah terindeks Scopus. Jika kita mampu menghadirkan artikel yang konsisten, memiliki kebaruan, dan dibaca oleh komunitas akademik internasional, saya optimistis pada 2027 JIEP dapat mencapai kesiapan penuh untuk diajukan ke Scopus," jelas Faiz.

Ia menambahkan bahwa kesiapan menuju Scopus tidak dapat diukur hanya dari kelengkapan administrasi atau keberadaan penulis asing dalam satu edisi. Konsistensi fokus dan cakupan, integritas proses peer review, kualitas kontribusi ilmiah, serta keterlibatan penulis dan editor dari berbagai negara harus tercermin dalam praktik penerbitan jurnal dari waktu ke waktu.

Dalam sesi benchmarking, Ketua Tim Rumah Jurnal UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Arifki Budia Warman, M.H., membagikan pengalaman pengelolaan JURIS dalam mempertahankan reputasi akademiknya. Pembahasan mencakup seleksi artikel berdasarkan kebaruan ilmiah, penguatan blind peer review, diversifikasi geografis penulis dan reviewer, pengelolaan Open Journal Systems (OJS), serta penerapan prinsip etika publikasi yang merujuk pada Committee on Publication Ethics (COPE).

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi FEBI UIN KHAS Jember untuk memperkuat JIEP secara lebih terarah. Setelah menyelesaikan tahapan pengajuan reakreditasi nasional, perhatian pengelola kini diarahkan pada pembenahan mutu penerbitan, penguatan identitas akademik, dan kesiapan pengajuan indeksasi internasional pada 2027. Melalui pendampingan berkelanjutan bersama jurnal bereputasi seperti JURIS, FEBI menargetkan JIEP mampu berkembang menjadi salah satu rujukan akademik dalam kajian ekonomi Islam yang memiliki kontribusi nyata pada perdebatan ilmiah global.

Bagikan: