JEMBER — Mengawali babak baru kepemimpinan mahasiswa, Pengurus Republik Mahasiswa (RM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember resmi dilantik pada Senin, 27 April 2026 pukul 08.00 WIB di Gedung Teater kampus. Mengusung tema “Reaktualisasi Gerakan RM FEBI: Pembaruan dan Akselerasi Kinerja Organisasi”, kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam menghidupkan kembali semangat organisasi melalui evaluasi menyeluruh terhadap kinerja periode sebelumnya, dengan fokus utama pada peningkatan disiplin, penguatan kinerja, dan kelahiran program-program inovatif yang berpihak pada kemajuan seluruh mahasiswa FEBI.
Pelantikan ini bukan sekadar serah terima jabatan, melainkan momentum strategis yang menandai berlanjutnya estafet kepemimpinan di lingkungan fakultas. Sebagai wadah tunggal yang menaungi seluruh organisasi mahasiswa, RM FEBI memayungi tiga unsur utama: Senat Mahasiswa FEBI, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FEBI, serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) dari empat jurusan unggulan, yakni Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah, Akuntansi Syariah, dan Manajemen Zakat dan Wakaf. Ke depannya, wadah ini juga akan merangkul Program Studi baru, Manajemen Bisnis Syariah, yang semakin melengkapi spektrum keilmuan di fakultas ini.
Suasana khidmat menyelimuti seluruh rangkaian acara, yang dibuka dengan pengibaran semangat kebangsaan dan keilmuan melalui pembacaan lagu Indonesia Raya, Mars UIN KHAS Jember, dan Yalal Wathon. Prosesi berlanjut dengan penyampaian sambutan dari berbagai pihak, pembacaan Surat Keputusan Rektor, hingga momen sakral pengambilan sumpah jabatan yang mengikat amanah dan tanggung jawab para pengurus baru. Kehadiran Wakil Dekan III FEBI, Dr. H. Fauzan, M.Si, para Koordinator Program Studi, serta perwakilan pimpinan organisasi mahasiswa tingkat universitas menjadi bukti dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang akan diambil. Turut hadir pula Presiden Mahasiswa UIN KHAS Jember, Bahrul Ulum, yang memberikan semangat tambahan bagi kepengurusan baru.
Dalam sambutannya, Dr. H. Fauzan menegaskan bahwa disiplin organisasi harus menjadi pondasi tak tergoyahkan dalam menjalankan setiap roda kepengurusan. “Jangan hanya menjadi pengurus yang berjalan secara prosedural, tetapi jadilah agen perubahan yang menghadirkan solusi. Rancanglah program yang adaptif terhadap zaman, inovatif dalam gagasan, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kemajuan fakultas serta penguatan eksistensi kita di mata publik,” ujarnya dengan penuh harap.
Sementara itu, Bahrul Ulum mengajak seluruh unsur dalam RM FEBI untuk tampil sebagai garda terdepan dalam mencetak kader-kader unggul. Ia menekankan bahwa pengembangan keterampilan mahasiswa tidak boleh lagi dilakukan secara parsial, melainkan harus tersusun dalam sistem yang terukur dan berkelanjutan. “Baik itu melalui DEMA maupun HMPS, jadikan pengembangan kompetensi sebagai prioritas utama. Kita tahu bahwa mahasiswa FEBI memiliki tradisi gemilang, bahkan namanya telah dikenal hingga kancah internasional. Capaian ini harus menjadi pemicu, bukan batasan. Buktikan bahwa generasi baru ini mampu melampaui standar yang telah ada,” tambahnya.
Tema yang diusung dalam pelantikan ini merefleksikan kesadaran kolektif bahwa kemajuan organisasi tak lepas dari keberanian melihat ke belakang untuk memperbaiki kekurangan. Revitalisasi yang dimaksud bukan sekadar perubahan struktur, melainkan percepatan kinerja agar organisasi mampu melahirkan output yang nyata, bukan hanya dokumen administrasi belaka.
Dengan dilantiknya pengurus baru ini, maka amanah dan legitimasi resmi telah diemban. Harapan pun mengiringi setiap langkah mereka: mampu menjadikan nilai disiplin, inovasi, dan kolaborasi sebagai gaya kerja sehari-hari, sehingga lahir generasi mahasiswa FEBI yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kompetitif, berdaya saing tinggi, dan mampu membawa nama harum fakultas hingga ke panggung dunia.