

LUMAJANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar kegiatan Community Engagement bertajuk Empowerment Inclusive bersama Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Cabang Lumajang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program
Acara yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut dihadiri oleh jajaran dosen FEBI UIN KHAS Jember, pengurus PPDI Jawa Timur dan Kabupaten Lumajang, puluhan anggota disabilitas, serta mahasiswa lokal dan internasional yang berasal dari Sudan, Thailand, Nigeria, Tanzania, dan Bangladesh.
Dalam sambutannya, perwakilan dosen pengajar FEBI UIN KHAS Jember, Haris Baladi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal komitmen kampus untuk menghadirkan kebermanfaatan nyata dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Di setiap kelemahan pasti ada segudang kelebihan yang dimiliki. Kami berharap FEBI UIN KHAS Jember dapat saling memberi dan menerima (take and give) bersama saudara-saudara PPDI, baik melalui pendampingan edukasi, pemanfaatan media digital untuk kemandirian ekonomi, maupun fasilitas keagamaan," ungkapnya.
Ketua PPDI Jawa Timur, Ali, serta Ketua PPDI Lumajang, Dedi, menyambut positif inisiatif kolaborasi ini. Dalam sesi penyampaian aspirasi, Dedi menyoroti pentingnya aksesibilitas pendidikan tinggi serta fasilitas penunjang mengaji inklusif bagi penyandang disabilitas.

Beberapa poin krusial yang menjadi ruang diskusi bersama meliputi:
Beasiswa & Kampus Inklusif: Harapan tersedianya kuota beasiswa serta sarana kampus yang ramah disabilitas di lingkungan UIN KHAS Jember.
Pengembangan Media Pembelajaran Al-Qur'an: Kebutuhan sarana dan metode pembelajaran Al-Qur'an Braille bagi tunanetra serta pendampingan mengaji khusus bagi tunarungu.
Pemberdayaan Keterampilan Berbasis Digital: Mendorong integrasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan pengabdian masyarakat untuk memberikan pelatihan wirausaha digital (digital business) agar anggota PPDI semakin mandiri secara ekonomi.
Suasana semakin hidup saat memasuki sesi close conversation. Peserta disabilitas (tunanetra, tunarungu, dan tunadaksa) dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi langsung dengan para mahasiswa FEBI UIN KHAS Jember dan mahasiswa internasional dari Sudan, Thailand, Nigeria, Tanzania, serta Bangladesh.
Dosen FEBI UIN KHAS Jember, M. Jundi, menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas harus direspon dengan solusi konkret berbasis teknologi dan aksi sosial. Mahasiswa ditantang untuk merumuskan gagasan inovatif, seperti pengembangan kartu edukasi hijaiyah interaktif hingga perbaikan media belajar berbasis sensorik.

Kegiatan Community Engagement ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan PPDI serta foto bersama seluruh peserta. Melalui agenda ini, FEBI UIN KHAS Jember menegaskan komitmennya untuk terus mengawal keberlanjutan silaturahmi dan program kepedulian sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.