Mataram, 19–21 September 2026 — Upaya memperkuat tata kelola kelembagaan dan meningkatkan mutu akademik terus dilakukan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN KHAS Jember. Salah satunya melalui kegiatan studi banding ke FEBI UIN Mataram yang berlangsung pada 19–21 September 2026.
Mengusung agenda “Penguatan Tata Pamong dan Tata Kelola Fakultas” dengan tema “Menuju Tata Kelola yang Akuntabel, Transparan, Berintegritas dan Berbasis Digital,” kegiatan tersebut menjadi ruang strategis bagi kedua fakultas untuk saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, sekaligus menggali praktik-praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi.
Studi banding tidak sekadar menjadi forum kunjungan kelembagaan, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat secara langsung berbagai inovasi yang telah dikembangkan FEBI UIN Mataram, khususnya dalam penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, akreditasi program studi, pengelolaan mahasiswa, pengembangan fasilitas pembelajaran, internasionalisasi, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan akademik.
Belajar dari Pengalaman Akreditasi dan Penguatan Mutu
Dalam sesi pemaparan, Dekan FEBI UIN Mataram berbagi pengalaman mengenai perjalanan peningkatan mutu dan akreditasi program studi. Dari empat program studi yang dimiliki, Program Studi Perbankan Syariah dan Pariwisata Syariah telah memperoleh peringkat Unggul, Ekonomi Syariah memperoleh peringkat Baik Sekali, sementara Kewirausahaan memperoleh peringkat Baik.
Capaian tersebut menjadi salah satu praktik baik yang menarik perhatian rombongan FEBI UIN KHAS Jember. Pengalaman FEBI UIN Mataram menunjukkan bahwa penguatan mutu tidak hanya bertumpu pada pemenuhan dokumen akreditasi, tetapi juga membutuhkan tata kelola yang konsisten, budaya mutu, keterlibatan sivitas akademika, serta komitmen kelembagaan yang berkelanjutan.
Pertukaran pengalaman tersebut menjadi semakin relevan bagi FEBI UIN KHAS Jember yang saat ini terus melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan mutu program studi.
Mengintegrasikan Tata Kelola dengan Kepedulian Lingkungan
Hal menarik lainnya yang diperkenalkan FEBI UIN Mataram adalah pengembangan lingkungan kampus yang hijau dengan pendekatan ekoteologi. Lingkungan kampus tidak hanya diposisikan sebagai ruang fisik untuk kegiatan akademik, tetapi juga sebagai bagian dari proses pendidikan dan pembentukan kesadaran ekologis sivitas akademika.
Dalam pemaparannya disebutkan bahwa terdapat sekitar 168 jenis pohon yang tumbuh di lingkungan kampus. Keberadaan berbagai jenis tanaman tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus menanamkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Konsep ini memperlihatkan bahwa pengembangan perguruan tinggi dapat berjalan beriringan dengan agenda keberlanjutan. Kampus tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan ekologis dalam menghadapi tantangan masa depan.
Penguatan Fasilitas Pembelajaran dan Ekosistem Kewirausahaan
Pengembangan fasilitas pembelajaran juga menjadi salah satu topik penting dalam studi banding. FEBI UIN Mataram memperkenalkan sejumlah laboratorium yang mendukung pembelajaran berbasis praktik, di antaranya Mini Bank, Laboratorium Entrepreneur, Galeri Investasi Syariah, dan Laboratorium Komputer.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendekatkan pembelajaran dengan dunia nyata. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan keterampilan praktis, kewirausahaan, literasi investasi, teknologi, serta kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Penguatan laboratorium sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun ekosistem pembelajaran yang mampu menghubungkan aspek akademik dengan praktik profesional dan perkembangan industri.
Internasionalisasi dan Pengelolaan Mahasiswa Asing
Aspek internasionalisasi juga menjadi bagian menarik dari diskusi kedua fakultas. FEBI UIN Mataram berbagi pengalaman mengenai pengelolaan mahasiswa asing yang berasal dari berbagai program studi di lingkungan universitas.
Mahasiswa asing ditempatkan dalam satu kelompok atau kelas untuk mengikuti mata kuliah dasar umum (MKDU) selama dua semester. Selama proses tersebut, mereka memperoleh pendampingan akademik melalui Dosen Penasihat Akademik. Upaya penguatan kemampuan bahasa juga dilakukan melalui komunitas bahasa dan program English Day.
Praktik tersebut menunjukkan bahwa internasionalisasi tidak berhenti pada peningkatan jumlah mahasiswa asing, tetapi juga membutuhkan sistem pendampingan, lingkungan akademik yang mendukung, serta program yang memungkinkan mahasiswa asing beradaptasi sekaligus berkembang dalam lingkungan perguruan tinggi.
FEBI UIN KHAS Jember Paparkan Strategi Penguatan Program Studi
Sementara itu, Dekan FEBI UIN KHAS Jember menyampaikan berbagai langkah yang tengah dilakukan fakultas dalam memperkuat tata kelola dan meningkatkan mutu akademik sebagai bagian dari persiapan peningkatan akreditasi.
Saat ini, FEBI UIN KHAS Jember memiliki lima program studi, yaitu Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah, Akuntansi Syariah, Manajemen Zakat dan Wakaf, serta Manajemen Bisnis Syariah.
Dalam pemaparannya, Dekan juga menyampaikan dinamika pengelolaan program studi, terutama terkait dengan perbedaan jumlah peminat mahasiswa pada masing-masing program studi. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus ruang bagi fakultas untuk terus melakukan inovasi dan penguatan kelembagaan.
Sejumlah strategi terus dikembangkan, antara lain melalui penguatan identitas dan keunggulan program studi, perluasan akses beasiswa, peningkatan promosi dan sosialisasi, serta penjajakan kerja sama dengan berbagai lembaga dan mitra strategis.
Langkah tersebut diarahkan agar setiap program studi memiliki daya tarik, relevansi, dan keunggulan yang semakin kuat di tengah perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Dari Studi Banding Menuju Sinergi Berkelanjutan
Bagi FEBI UIN KHAS Jember, studi banding ke FEBI UIN Mataram memberikan banyak pembelajaran strategis. Tidak hanya mengenai tata pamong dan tata kelola, tetapi juga tentang pengembangan mutu, akreditasi, pengelolaan mahasiswa, internasionalisasi, penguatan fasilitas pembelajaran, kepedulian lingkungan, serta transformasi layanan berbasis digital.
Pertukaran pengalaman tersebut menjadi penting karena perguruan tinggi saat ini menghadapi tuntutan yang semakin kompleks. Tata kelola fakultas tidak cukup hanya berjalan secara administratif, tetapi harus mampu menghadirkan layanan yang akuntabel, transparan, adaptif, berintegritas, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
Karena itu, studi banding ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan berbagi informasi. Lebih jauh, pertemuan kedua fakultas diharapkan menjadi titik awal lahirnya sinergi dan kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan, baik dalam bidang pendidikan, pengembangan kelembagaan, peningkatan mutu akademik, kemahasiswaan, internasionalisasi, maupun berbagai kegiatan akademik lainnya.
Dengan semangat saling belajar dan berbagi praktik baik, FEBI UIN KHAS Jember dan FEBI UIN Mataram diharapkan dapat terus memperkuat peran masing-masing dalam menghadirkan tata kelola pendidikan tinggi yang semakin berkualitas, inovatif, berintegritas, dan relevan dengan tuntutan zaman.