Jember – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti pelaksanaan Yudisium ke-43 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember. Momentum tersebut tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa studi para mahasiswa, tetapi juga menjadi awal perjalanan baru menuju dunia pengabdian, profesionalisme, dan kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, Dekan FEBI UIN KHAS Jember, Prof. Ubaidillah, terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta yudisium beserta orang tua dan keluarga apabila selama proses pendidikan masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun pendampingan akademik. Menurutnya, seluruh civitas akademika senantiasa berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas layanan demi mencetak lulusan yang unggul dan berkarakter.
Prof. Ubaidillah kemudian menegaskan bahwa yudisium bukanlah titik akhir dari perjalanan, melainkan gerbang awal memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Setelah memperoleh gelar akademik, para lulusan akan dihadapkan pada tantangan yang lebih besar untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, menjaga integritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Beliau mengutip pesan KH. Sahal Mahfudz bahwa pendidikan tidak semata-mata merupakan transfer of knowledge, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter, perubahan sikap, dan pembangunan moral. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus mampu melahirkan pribadi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ubaidillah juga menyampaikan pesan yang begitu mendalam kepada seluruh lulusan.
“Dengan ilmu Allah akan mengangkat derajatmu, dan dengan akhlak Allah akan memuliakan hidupmu.”
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual atau tingginya jabatan yang diraih, tetapi juga dari akhlak yang menghiasi setiap langkah kehidupannya. Ilmu dan akhlak merupakan dua pilar yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun kesuksesan yang bernilai dan penuh keberkahan.
Beliau juga mengingatkan para lulusan agar tidak pernah melupakan jasa para guru yang telah mengantarkan mereka hingga mencapai titik ini. Mengutip pesan KH. Sahal Mahfudz, Prof. Ubaidillah menegaskan bahwa siapa pun yang ingin meraih kesuksesan hendaknya tidak melupakan gurunya serta tidak pernah berhenti membaca dan belajar sepanjang hayat.
Pesan tersebut kemudian dipertegas dengan nasihat yang mengundang haru.
“Setinggi apa pun cita-citamu, jangan pernah melupakan dua pintu keberkahan dalam hidupmu, yaitu ibu dan bapakmu, serta para ustaz, kiai, dan dosen-dosenmu.”
Menurut beliau, ridha orang tua dan doa para guru merupakan sumber kekuatan yang sering kali menjadi pembuka jalan kesuksesan seseorang. Karena itu, para lulusan diminta untuk senantiasa menjaga silaturahmi, menghormati, dan mendoakan kedua orang tua serta para pendidik yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Ubaidillah juga mengajak seluruh lulusan untuk menjadikan nilai-nilai SIDDIQ sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan setelah lulus. Akronim SIDDIQ tersebut meliputi Spirituality, Integrity, Dedication, Discipline, Intellectual, dan Quality.
Nilai Spirituality mengajarkan agar setiap aktivitas selalu dilandasi keimanan kepada Allah SWT. Integrity menuntun lulusan untuk menjunjung tinggi kejujuran dan amanah. Dedication mendorong semangat pengabdian kepada masyarakat, sedangkan Discipline membentuk pribadi yang konsisten dan bertanggung jawab. Sementara itu, Intellectual mengingatkan pentingnya belajar sepanjang hayat, dan Quality menjadi komitmen untuk selalu menghadirkan karya terbaik di setiap bidang yang digeluti.
Mengakhiri sambutannya, Prof. Ubaidillah mengajak seluruh lulusan untuk menjaga nama baik almamater FEBI UIN KHAS Jember, terus mengembangkan kompetensi, serta menjadikan ilmu yang dimiliki sebagai jalan pengabdian kepada agama, bangsa, dan kemanusiaan.
Yudisium ke-43 FEBI UIN KHAS Jember pun menjadi lebih dari sekadar seremoni akademik. Momentum tersebut menjadi titik tolak lahirnya insan-insan ekonomi dan bisnis Islam yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam akhlak, menjunjung tinggi nilai-nilai SIDDIQ, serta senantiasa mengingat bahwa keberhasilan sejati lahir dari ilmu yang diamalkan, akhlak yang dimuliakan, serta doa orang tua dan para guru yang tak pernah putus mengiringi setiap langkah kehidupan.
Editor: Salman