febi@uinkhas.ac.id 08123456789

Sinergi Ilmu dan Kepedulian: FGD Green Wakaf dan Integrated Farming di Jember Gagas Masa Depan Berkelanjutan

Home >Berita >Sinergi Ilmu dan Kepedulian: FGD Green Wakaf dan Integrated Farming di Jember Gagas Masa Depan Berkelanjutan
Diposting : Kamis, 02 Apr 2026, 10:32:48 | Dilihat : 19 kali
Sinergi Ilmu dan Kepedulian: FGD Green Wakaf dan Integrated Farming di Jember Gagas Masa Depan Berkelanjutan


Jember, 1 April 2026 — Di tengah meningkatnya kesadaran global akan krisis lingkungan dan ketimpangan ekonomi, sebuah langkah inspiratif lahir dari kawasan agroekologi Jember. Bertempat di Hotel Fortuna Grande, para akademisi, praktisi, tokoh agama, dan pemangku kebijakan berkumpul dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pengembangan Sustainable Green Wakaf dan Integrated Farming Berbasis Pertanian, Biologi, Ekonomi, dan Komunikasi.”

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 1–2 April 2026 ini tidak sekadar forum ilmiah, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan gagasan dan harapan—tentang bagaimana wakaf tidak lagi dipahami secara konvensional, melainkan sebagai instrumen strategis untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Wakaf yang “Hidup” dan Berdampak
Dalam diskusi yang hangat dan penuh semangat, konsep green wakaf mengemuka sebagai pendekatan baru dalam pengelolaan aset umat. Wakaf tidak hanya berhenti pada pembangunan masjid atau lembaga pendidikan, tetapi dikembangkan menjadi lahan produktif berbasis pertanian berkelanjutan (integrated farming).

Model ini mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu—pertanian organik, biologi lingkungan, ekonomi syariah, hingga komunikasi pembangunan—untuk menciptakan ekosistem yang tidak hanya produktif, tetapi juga ramah lingkungan dan inklusif.

Seorang peserta menyampaikan, “Wakaf harus menjadi solusi nyata. Bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga jalan keluar dari problem sosial dan ekologis yang kita hadapi hari ini.”

Dari Diskusi ke Aksi Nyata
FGD ini tidak berhenti pada tataran konseptual. Para peserta sepakat mendorong implementasi pilot project di kawasan agroekologi Jember, dengan fokus pada:

Pengembangan pertanian terpadu berbasis wakaf

Pemberdayaan petani lokal melalui pendekatan komunitas

Penguatan ekonomi berbasis syariah dan keberlanjutan

Edukasi publik melalui strategi komunikasi yang efektif

Langkah ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Monitoring dan Evaluasi Riset: Menjaga Arah dan Kualitas
Dalam rangka memastikan keberlanjutan dan akuntabilitas program, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Puspema) turut melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan Riset MORA 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Nurul Widyawati Islami Rahayu, yang menekankan pentingnya integrasi antara riset akademik dan dampak nyata di masyarakat.

Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa riset tidak boleh berhenti pada publikasi semata, tetapi harus mampu menjawab persoalan riil umat, khususnya dalam isu lingkungan, pangan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman. Monev ini juga menjadi momentum refleksi untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan memastikan bahwa program green wakaf dan integrated farming berjalan sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.

Menyatukan Iman, Ilmu, dan Amal
Lebih dari sekadar forum akademik, FGD ini menghadirkan suasana kemanusiaan yang kuat. Diskusi tidak hanya berbicara data dan teori, tetapi juga realitas petani, keresahan generasi muda, serta harapan akan masa depan bumi yang lebih baik.

Tema besar yang diusung—“Green Wakaf dan Integrated Farming untuk Keberlanjutan Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat”—menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati harus berakar pada nilai-nilai spiritual sekaligus berpijak pada ilmu pengetahuan.

Harapan dari Jember untuk Dunia
Dari Jember, sebuah pesan penting disuarakan: bahwa keberlanjutan bukan hanya agenda global, tetapi juga tanggung jawab lokal yang bisa dimulai dari komunitas kecil. Melalui sinergi wakaf dan pertanian terpadu, harapan itu kini menemukan bentuknya.

FGD ini menjadi bukti bahwa ketika iman, ilmu, dan kepedulian bersatu, maka perubahan bukan lagi sekadar wacana—melainkan keniscayaan yang sedang dibangun bersama.

Berita Terbaru

Sinergi Ilmu dan Kepedulian: FGD Green Wakaf dan Integrated Farming di Jember Gagas Masa Depan Berkelanjutan
02 Apr 2026By wadek3
Inspiratif! Mahasiswa FEBI UIN KHAS Jember Raih Kelulusan Tanpa Sidang Lewat Publikasi Jurnal
13 Mar 2026By wadek3
Layanan BNPL dan Investasi Hijau: Tantangan Baru Maqashid Syariah di Era Gen Z
06 Mar 2026By oprfebi

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;